Editorial
12 July 2018

Anak Kamu Lebih Suka Minum Soda Ketimbang Air Putih? Jangan Biasakan!



Minuman bersoda yang manis dan enak sangat mungkin menjadi favorit bagi sang buah hati. Namun, jangan sampai karena suka minum soda, Si Kecil jadi mengurangi konsumsi air putih. Minuman bersoda mengandung berbagai hal yang berdampak buruk bagi kesehatan Si Kecil. Berikut informasi lengkapnya!

Soda menekan nafsu makan Si Kecil

Soda dapat menekan nafsu makan. Jika Si Kecil memiliki nafsu makan yang rendah, dikhawatirkan akan berdampak pada tidak terpenuhinya berbagai nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya. Minuman bersoda juga dapat membuat tubuh kekurangan berbagai nutrisi, seperti vitamin A, kalsium, magnesium, serta mineral lainnya.

Merapuhkan tulang

Fosfor terdapat di minuman soda jenis cola, di dalam tubuh akan berikatan dengan kalsium untuk membentuk kepadatan tulang. Jika minum cola berlebihan, kombinasi fosfor yang berlebih dengan jumlah kalsium yang terbatas dapat menyebabkan berkurangnya kepadatan tulang.

Hipotesa lain mengatakan, kandungan asam fosfat dalam soda dapat berdampak buruk pada kesehatan tulang Si Kecil. Hal ini terjadi karena asam fosfat dapat menghambat penyerapan kalsium oleh tulang yang jika berlangsung terus menerus akan mengakibatkan berkurangnya kepadatan bahkan terjadi pengeroposan tulang.

Merusak gigi

Studi menunjukkan bahwa soda mempengaruhi kesehatan gigi Si Kecil. Bakteri di dalam mulut mengubah gula pada minuman soda menjadi asam melalui proses fermentasi. Asam ini lama kelamaan akan merusak lapisan enamel gigi dan menyebabkan gigi berlubang.  

Menyebabkan ketergantungan

Kandungan kafein yang terdapat dalam minuman bersoda dapat menyebabkan ketergantungan. Studi terhadap gula pada soda menemukan hal yang sama, bahkan diet soda tidak memiliki efek yang lebih baik.

Menyebabkan diabetes

Gula buatan pada soda dan diet soda jika dikonsumsi berlebihan akan menyebabkan intoleransi glukosa yang berpotensi terserang diabetes melitus tipe 2. Konsumsi 12 ons perhari dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 hingga 22 persen.

Kelebihan berat badan

Menurut sebuah studi yang dilakukan terhadap anak-anak berusia 3-5 tahun, minuman bersoda dapat meningkatkan potensi obesitas secara signifikan. Walaupun mengkonsumsi diet soda kegemukan tetap tidak bisa dicegah, karena aspartam (gula tambahan) yang terkandung di dalam minuman ini memberi sinyal pada otak  untuk membuat si Kecil menginginkan konsumsi lebih.  

Menghambat fungsi pencernaan

Soda dan kafein yang terkandung di dalamnya dapat meningkatkan frekuensi urinasi. Jika diminum terus menerus apalagi jika digunakan sebagai pengganti air putih akan menyebabkan  dehidrasi.

Kandungan gula dan kafein dalam soda juga dapat meningkatkan asam lambung dan menyebabkan irritable bowel syndrome (IBS). Karbonasi dalam soda juga dapat menghasilkan gas yang mencetuskan IBS.  

Mengingat berbagai dampak buruk dari konsumsi soda, alangkah baiknya menghentikan kebiasaan buruk Si Kecil mengonsumsi soda mulai dari sekarang biasakanlah untuk perbanyak minum air putih. Semoga bermanfaat!